LAZISMU Kabupaten Pekalongan Studi Banding ke Banyumas

By : MPI PDM Pekalongan ,Views : 455 07 Mar 2018, 09:56:40 WIB Majelis & Lembaga
LAZISMU Kabupaten Pekalongan Studi Banding ke Banyumas

PEKALONGANMU.COM, - Lazismu Kabupaten Pekalongan mengadakan studi banding ke Lazismu Kabupaten Banyumas yang menjadi salah satu Lazismu terbaik di tingkat nasional dari segi penghimpunan dan sistem pelaporan keuangan. Kegiatan studi banding ini dilaksanakan pada Sabtu, 03 Maret 2018 dengan jumlah peserta yang ikut berpartisipasi kurang lebih 35 orang, di antaranya peserta dari Lazismu Kabupaten Pekalongan sendiri, Kantor Layanan Pekajangan, Kantor Layanan Bligo, Kantor Layanan Bojong dan Kantor Layanan Kajen. Adapun tujuan dari studi banding tersebut adalah selain bersilaturrahmi, kemudian juga sebagai sarana pembelajaran bersama bagi Lazismu Kabupaten Pekalongan.

            Dewan Pengawas Syariah Lazismu Kabupaten Pekalongan, Bapak H. Ahmad Sulaiman mewakili sambutan kunjungan studi banding ini mengatakan bahwa tujuan kami datang ke sini selain bersilaturrahmi dengan Lazismu Daerah Banyumas juga untuk menimba ilmu, serta mengambil pengalaman di Lazismu Daerah Banyumas sebagai salah satu Lazismu terbaik di Jawa Tengah, yang nantinya kita bisa melakuakan pembelajaran dalam menyerap dan menerapkan sistem yang baik untuk dijadikan rujukan oleh Lazismu Kabupaten Pekalongan.

            Sementara, ketua pengurus Lazismu Kabupaten Banyumas Bapak Sujiman mengucapkan terima kasih atas kedatangan dan silaturrahmi Lazismu Kabupaten Pekalongan. Pihaknya juga bahagia dan bersyukur dapat dikunjungi kawan-kawan pegiat Lazismu dari Jawa Tengah, semoga acara silaturrahmi ini diberkati Allah Subhanahuu Wa Ta’alaa. Beliau mengatakan, sebagai salah satu Lazismu terbaik di Jawa Tengah dari segi Penghimpunan dan Sistem Pelaporan Keuangan justru menjadikan gelar yang berat untuk disanding oleh Lazismu Kabupaten Banyumas. Pihaknya menambahakan bahwa Kekuatan Lazismu di samping pada Fundrising sebesar-besarnya, kemudian juga pentasharrufan yang seluas-luasnya, selain itu mengedepankan akuntabilitas dan transparansi dalam melayani umat.

            Tak luput juga ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah memberikan sambutannya dalam acara studi banding ini, beliau sangat bersyukur atas kedatangan Pegiat lazismu Kabupaten Pekalongan dan menegaskan bahwa prinsip kami semakin banyak saudara yang datang, maka kami semakin banyak belajar pula. Bicara Lazismu maka kita kembali kepada keputusan muktamar muhammadiyah yang berturut-turut tiga kali, ada yang namanya amanat muktamar pemberdayaan cabang dan ranting, yang menurut hemat kami kuncinya adalah gerakan jamaah dan dakwah jamaah, dan untuk mewujudkan gerakan jamaah dan dakwah jamaah sentralnya adalah masjid. Masjid ini menjadi kunci sebagaimana menjadikan makmur dalam jamaah sholatnya, kajiannya dan setelah itu bisa menggerakan jamaah dan dakwah jamaah. Gerakan jamaah dan dakwah jamaah ini adalah menggerakan jamaah secara tertib, Kemudian Penyakit lazismu menurut kami ini adalah belumnya satu atap dalam pengelolaan ZIS, Takmir-takmir masjid dan ranting masih memiliki manajemen sendiri-sendiri, mereka mengumpulkan ZIS Sendiri-sendiri, serta lembaga zakat sepertinya terpisah dari persyarikatan.

            Direktur Lazismu Kabupaten Banyumas Sabar Waluyo, mengatakan bahwa pihaknya senang dan bersyukur dikunjungi oleh pegiat-pegiat Lazismu Kabupaten Pekalongan, beliau juga mengatakan, kunjungan studi banding dari pegiat Lazismu ke Banyumas ini kami batasi hanya sebulan satu kali, bukan kami tidak mau direpotkan, dan kami tidak mau jadi takabbur karena tiap bulan kadang harus menangani kunjungan studi banding sampai lima kunjungan studi banding dari berbagai daerah, bagaiamana kami bisa menangani kantor dan bekerja melayani ummat kalau seperti itu. Selain itu karena kami juga menerima peserta magang pegiat Lazismu dari berbagai daerah, sehingga kita harus mengaturnya dengan baik. Dalam sambutannya Beliau mengatakan, Biasanya Permasalahan lazismu di daerah  itu  adalah Posisi Lazismu. Sebenarnya bahwa posisi Lazismu di muhammadiyah merupakan Unsur Pembantu Pimpinan, yang sifatnya sama dengan lembaga dan majelis yang lain. Perbedaannya hanya pada strukturnya, yang mengeluarkan SK lazismu Bukan PDM, PDM hanya memberikan surat rekomendasi dalam pembentukan Lazismu daerah, sama halnya dengan struktural unsur pembantu pimpinan lainnya seperti lembaga penanggulangan bencana. Adapun regulasinya lazismu dengan undang-undang dan pemerintah, kita sebagai pembantu BAZNAS dalam menghimpun dana dan mengelola, sedangkan di kantor layanan tidak boleh mendistribusikan dananya sendiri, tetapi harus satu atap dengan daerah.

            Di penghujung acara studi banding ditutup dengan penyerahan cindera mata dan kenang – kenangan dari lazismu kabupaten pekalongan kepada lazismu kabupaten Banyumas sebagai simbolik ucapan terima kasih atas segala jamuan yang diberikan oleh tuan rumah selama agenda tersebut, kemudian terakhir dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebelum pulang.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Bagaimana tampilan website ini menurut anda?
  Sangat Bagus
  Bagus
  Cukup
  Kurang menarik
  Sangat tidak menarik

Komentar Terakhir

  • Arsitek Indonesia

    selamat untuk PRM keramat jati, semoga pembangunan gedung dakwahnya berjalan lancar sampai selesai. ...

    View Article
  • Sunu7

    Pak soleh ...

    View Article
  • Anas

    Gukarmuhamka, tulisannkalian ditunggu di sini. Tidak hanya di wa Yuk ramaikn dn viralkn ...

    View Article
  • Anas

    Gukarmuhamka, tulisannkalian ditunggu di sini. Tidak hanya di wa Yuk ramaikn dn viralkn ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video