Meski Tanpa Gelar Bapak Pendidikan, KH. Ahmad Dahlan Mewariskan Puluhan Ribu Lembaga Pendidikan dan Sudah Mencerdaskan Jutaan Anak Bangsa
Sebuah Catatan Kecil Di Hari Pendidikan Nasional

By : MPI PDM Pekalongan ,Views : 1053 02 Mei 2017, 18:48:54 WIB Artikel
Meski Tanpa Gelar Bapak Pendidikan, KH. Ahmad Dahlan Mewariskan Puluhan Ribu Lembaga Pendidikan dan Sudah Mencerdaskan Jutaan Anak Bangsa

PEKALONGANMU.COM - Setiap 2 Mei, masyarakat Indonesia selalu ramai dengan perayaan hari pendidikan nasional. Tanggal ini  merujuk dari  hari kelahiran R.M. Soewardi Soerjaningrat atau yang dikenal dengan Ki Hajar Dewantara, 2 Mei 1889. Ia  merupakan pendiri perguruan Taman Siswa. Terlahir dari keturunan bangsawan dan keturunan langsung Paku Alam ke-IV.

Tanggal 3 Juli 1922 ia mendirikan Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan Jawa, ia mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara. Ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun jiwa. Semboyan dalam sistem pendidikan yang dipakainya kini sangat dikenal di kalangan pendidikan Indonesia. Secara utuh, semboyan itu dalam bahasa Jawa berbunyi ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. (“di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan”). Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia, terlebih di sekolah-sekolah Perguruan Tamansiswa.

Akan tetapi yang patut di catat, jauh-jauh hari sebelum Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa, seorang putra bangsa, yang juga sama-sama berasal dari Yogyakarta telah memiliki inisiatif untuk melakukan perubahan melalui pendidikan. Adalah KH. Ahmad Dahlan, ulama besar yang menjadi pendiri Muhammadiyah. Sebelum Muhammadiyah berdiri, tepatnya 1 Desember 1911, KH.Ahmad Dahlan mendirikan sekolah Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah. Ketika diresmikan, sekolah itu mempunyai 29 orang siswa dan enam bulan kemudian dilaporkan bahwa terdapat 62 orang siswa yang belajar di sekolah itu. Tahun 1913, didirikan sekolah Muhammadiyah di Karangkajen. Tahun 1915, didirikan sekolah di Lempuyangan, Tahun 1916 didirikan sekolah Muhammadiyah di Lempuyangan, dan bergerak se-abad lebih melintasi zaman, kini ribuan sekolah Muhammadiyah telah berdiri di seluruh penjuru Indonesia, bahkan hingga ke manca negara. Dari perbandingan usia,  KH.Ahmad Dahlan melalui Muhammadiyah satu dekade lebih dulu daripada Taman Siswa dalam berjuang mengentaskan kegelapan melalui pendidikan.

Selain perbandingan usia, KH.Ahmad Dahlan melaui Muhammadiyah bila dibandingkan dengan Taman Siswa jauh memiliki efek yang lebih besar. Sekolah-sekolah Muhammadiyah telah menjangkau ke semua jenjang, melebar kesegala lapisan dan telah meluluskan jutaan alumni. Bandingkan dengan Taman Siswa yang justru semakin hari semakin kurang berkembang, data dari Kompas menyebutkan Pada Tahun 2012 jumlah sekolah perguruan Taman Siswa tinggal 30 %nya saja, banyak sekolah yang gulung tikar. Kiprah Muhammadiyah dalam bidang pendidikan tentu tak ada yang meragukan.

Mengapa kemudian KH.Ahmad Dahlan tidak ditetapkan sebagai Bapak Pendidikan? pertanyaan ini seolah menjadi sejarah hitam yang selalu membungkam eksistensti Tokoh-Tokoh Islam. Seperti halnya mengapa kemudian Kartini yang ditetapkan sebagai tokoh rujukan kaum perempuan? padahal banyak tokoh-tokoh perempuan lain, khususnya yang memiliki identitas Islam lebih kuat, seperti Rasuna Said, Nyi Walidah, Cut Nyak Dien  yang tak kalah hebatnya. Sekali lagi, sejarah selalu diciptakan oleh para pemenang, mereka yang berkuasa, walaupun begitu kita tidak akan pernah lupa dengan jasa KH. Ahmad Dahlan, Bapak pendidikan yang sesungguhnya

Akan tetapi kita tak perlu sedih atau berkecil hati melihat itu semua, perjuangan KH.Ahmad Dahlan  meninggalkan  puluhan ribu lebih lembaga pendidikan dari tingkat Play Group hingga perguruan tinggi yang tersebar dari sabang dan merauke. Jutaan anak bangsa telah tercerdaskan melalui lembaga pendidikan milik Persyarikatan. Itu semua berkat perjuangan KH.Ahmad Dahlan dan warga Persyarikatan.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Bagaimana tampilan website ini menurut anda?
  Sangat Bagus
  Bagus
  Cukup
  Kurang menarik
  Sangat tidak menarik

Komentar Terakhir

  • rini

    mohon info apa ada rekruitmen untuk tenaga ...

    View Article
  • Arsitek Indonesia

    selamat untuk PRM keramat jati, semoga pembangunan gedung dakwahnya berjalan lancar sampai selesai. ...

    View Article
  • Sunu7

    Pak soleh ...

    View Article
  • Anas

    Gukarmuhamka, tulisannkalian ditunggu di sini. Tidak hanya di wa Yuk ramaikn dn viralkn ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video