Tokoh

Kembangkan Holistic Parenting, Siti Khuzaiyah Raih Penghargaan Pemuda Pelopor

Anak adalah amanah bagi orangtua. Amanat ini sudah semestinya dijaga agar anak menjadi pribadi sukses dan tangguh di masa mendatang. Kesuksesan anak dalam berbagai hal banyak dipengaruhi oleh stimulasi yang diberikan oleh orangtua. Stimulasi ini mencakup stimulasi fisik, stimulasi psikologis, stimulasi sosial dan stimulasi agama. stimulasi ini semestinya diberikan kepada anak secara berkesinambungan agar pertumbuhan dan perkembangan bisa optimal. 
Dalam rangka memfasilitasi orangtua (khususnya para ibu) memahami berbagai stimulasi ini, maka Siti Khuzaiyah gencar melakukan kegiatan edukasi parenting. Edukasi parenting adalah edukasi kepada masyarakat untuk mempelajari berbagai aspek terkait pengasuhan anak. Kegiatan edukasi parenting ini dia sebut sebagai “Holistic Parenting”. 
“Saya sebut sebagai holistic parenting karena edukasi parenting yang saya lakukan tidak hanya berfokus pada satu aspek saja, tetapi mencakup banyak aspek,” demikian ungkap Siti Khuzaiyah. 
Siti Khuzaiyah menambahkan bahwa aspek stimulasi yang saya edukasikan mencakup aspek fisik, aspek psikologis dan aspek agama. Melalui  pemberian stimulasi ketiga aspek ini diharapkan anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik serta tercukupi kebutuhan asah, asih dan asuhnya.
Selain sebagai seorang bidan, Siti Khuzaiyah juga merupakan instruktur pijat bayi bersertifikat international dari IAIM (International Ascociation of Infant Massage), instruktur hipnoterap dari IBH (Indonesian Board of Hypnotherapy) dan juga seorang dosen kebidanan di STIKES Muhammadiyah Kebidanan Pekalongan. 
Perempuan dengan nama Facebook Khuzaiyah Nasima ini aktif mengisi kegiatan seminar parenting di sekolah-sekolah. Dia juga pernah mengadakan kelas pijat bayi dengan secara langsung mengajari pada ibu-ibu tentang  tekhnik stimulasi tumbuh kembang bayi dengan pijat dan komunikasi. Selain itu, perempuan yang akrab dipanggil “Yayah” ini juga membangun komunitas “Diskusi Kehamilan dan Bayi (DKB)” yang anggotanya mencapai lebih dari 700 orang berasal dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Melalui komunitas DKB ini Khuzaiyah rutin berbagi ilmu tentang kesehatan, tentang komunikasi anak dan ilmu lain seputar pengasuhan anak. Dia juga menulis Buku Kesehatan Reproduksi Remaja “Secret of Teens: Mengatasi Seksualitas, Pubertas dan Pergaulan” yang terbit secara nasional dan beberapa kali diundang ke sekolah-sekolah untuk pembinaan kesehatan reproduksi remaja di sekolah. 
Melalui kiprah yang telah dilakukan ini, Siti Khuzaiyah mendapatkan anugerah Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu.
“Saya berharap generasi muda mampu bergerak dan berbuat banyak hal yang bisa bermanfaat bagi masyarakat. Kita tidak tau kebaikan kita yang manakah yang kelak akan mengantarkan kita ke syurga. Maka lakukan segala dengan sebaik mungkin. Bagi para generasi muda, ayo raih prestasi dan kejar cita-cita setinggi mungkin,” pungkas Khuzaiyah yang juga merupakan Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan. 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button