Artikel

Sholat Khusyuk dan Dampaknya Bagi Kesehatan Manusia

Oleh : Siti Khuzaiyah, SST, M.Kes*
Shalat secara bahasa berarti doa. Perkataan”shalat” dalam bahasa arab berarti doa memohon kebaikan. Shalat yang ikhlas, tidak terburu-terburu, dan dilakukan dengan penuh penghayatan akan membawa ketenangan lahir batin dan kenikmatan luar biasa. Penghayatan di sini adalah penghayatan makna yang terkandung di dalam setiap bacaan shalat. Dengan menghayati setiap makna shalat, maka tidak heran jika kemudian pelaku shalat yang sempurna dapat tercegah dari perbuatan keji dan mungkar sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al ’Ankabuut Ayat 45 “Sesungguhnya Shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar”.
Bagi seorang yang beriman ia sadar bahwa shalat bukanlah kewajiban belaka, tetapi juga merupakan karunia indah yang Allah berikan kepada manusia. Dengan kesadaran ini, maka pelaksanaan sholat pun tidak sekedar untuk menggugurkan kewajiban Allah semata, tetapi juga sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan manusia serta sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas segala karunia yang telah diberikan kepada kita. 
Dari sisi kesehatan fisik, gerakan-gerakan shalat memiliki manfaat sebagai berikut:
–           Takbiratul ihram: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, atau melipat di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat melancarkan aliran darah, getah bening dan kekuatan otot lengan. Sikap tangan yang didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada bagian tubuh atas. Posisi ini juga bermanfaat untuk menjaga posisi tubuh yang baik.
–           Rukuk: rukuk dengan posisi sempurna (kepala lurus dengan tulang belakang) bermanfaat menjaga kesempurnaan posisi, aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah serta mencegah gangguan prostat. Posisi ini juga bermanfaat untuk stretching/peregangan tubuh.
–           I`tidal (bangkit dari rukuk): bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. Gerakan ini bermanfaat melatih organ-organ pencernaan sehingga sistem pencernaan menjadi lancar.
–           Sujud: menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki dan dahi pada lantai. Posisi ini berfungsi untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak, darah kaya oksigen mengalir maksimal ke otak, menghindarkan dari gangguan wasir, serta bermanfaat bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan. Selain itu, setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Darah tidak akan memasuki urat saraf dalam otak melainkan ketika seseorang sujud dalam shalat.
–           Duduk diantara 2 sujud dan tahiyat: pada sujud diantara dua sujud dan duduk takhiyat awal (iftirosy) mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha. Sedangkan duduk takhiyatul akhir (tawarru`) yang dilakukan dengan benar mampu mencegah impotensi. Variasi duduk iftirosy dan tawarru` menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
–           Salam: memutar kepala ke kanan dan kiri secara maksimal sampai tampak pipi (sisi yang menengok) dari belakang. Gerakan ini bermanfaat menyempurnakan aliran darah di kepala, mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. Gerakan ini juga meregangkan otot dengan gerakan berulang kali.
Lebih lanjut, berdiri saat shalatsalat membantu mendapatkan kembali keseimbangan statis dan dinamis. Posisi kaki ganda membawa beban yang sama dengan aktivasi proprioseptor sendi. Gerakan rukuk yang mana memajukan batang tubuh akan membangun kekuatan pada tungkai bawah dan otot batang. Sujud yang dilakukan dari posisi berdiri sampai berlutut, menundukkan kepala dan menyentuh tanah dengan dahi, dengan telapak tangan tetap sejajar dengan telinga, dan menyentuh tanah dengan siku tertekuk.
Manfaat – manfaat tersebut akan diperoleh jika shalat dilaksanakan dengan tuma`ninah (tenang) dan tidak tergesa-gesa seperti yang dinasehatkan Rasulullah,”Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al-Fatihah dan surat dalam AL-Quran yang engkau pandang paling mudah. Lalu, rukuklah dengan tenang (tuma`ninah), lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak. Selepas itu, sujudlah dengan tenang, kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang. Lakukanlah seperti itu pada setiap shalatmu” (H.R Muslim).
Sholat dengan tenang dan penuh kesadaran dapat diartikan sebagai sholat yang penuh dengan mindfulness. Seseorang yang sholat secara teratur dan dnegan penuh kesadaran (mindfulness) memiliki kesehatan mental yang lebih baik dibanding mereka yang tidak menjalankan sholat secraa teratur dan penuh kesadaran.
Bagi seorang hamba yang sedang sakit, maka shalat dengan khusyuk dan tuma`ninah bisa menjadi sarana `hiburan` baginya. Harapan-harapan dan doa-doa kebaikan senantiasa tercurah ketika shalat, sehingga kelak akan berbuah kebaikan (kesembuhan) pula.
 *Penulis adalah bidan, dosen kebidanan di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan dan peneiliti di bidang kesehatan. Penulis dapat dihubungi melalui email bidankhuzaiyah@gmail.com, atau melalui instagram @bidan_sitikhuzaiyah_yayah , facebook: Khuzaiyah Nasima
Referensi :
Ghous, D. M. and Nawaz Malik, D. A. (2016) ‘HEALTH BENEFITS OF SALAT (PRAYER); Neurological rehabilitation’, the Professional Medical Journal, 23(08), pp. 887–888. doi: 10.17957/tpmj/16.3539.
Hospitals, B. T. (no date) ‘Taking care of your health Physiotherapy and Prayer (Salah) Information leaflet for Muslim Patients’.
Ijaz, S., Khalily, M. T., & Ahmad, I. (2017). Mindfulness in Salah Prayer and its Association with Mental Health. Journal of religion and health, 56(6), 2297–2307. https://doi.org/10.1007/s10943-017-0413-1
Musbikin, Imam. 2009. Terapi Shalat Tahajjud Bagi Penyembuhan Kanker. , Mitra Pustaka, Jogyakarta

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button