Artikel

MENTRANSFORMASIKAN NILAI IBADAH KURBAN KE DALAM PRANATA KEHIDUPAN DUNIA MODERN

الحمد لله الذي جعل هذا اليوم عيدا للمسلمين وجعل عبادة الحج وعيد الأضحى من شعائر الله وإحيائَها من تقوى القلوب.أشهد أن لا إله إلاالله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله المبعوث رحمة للعالمين بشيرا ونذيرا وداعيا إلى الله وسراجا منيرا.اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أله وأصحابه أجمعين.أما بعد… فيا عباد الله أوصيكم وإياي بتقوى الله، فقد فاز المتقون.

قال الله تعالى أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم: ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ (الحج/22: 32) صدق الله العظيم

.اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ  أَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ. الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا، لاإله إلا الله، هو الله اكبر، الله اكبر ولله الحمد

Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa Lillahil Hamd

Kaum Muslimin dan Muslimat Jamaah Shalat Idul Adha rahimakumullah.

Pagi hari ini kita menunaikan shalat Idul Ahda sebagai wujud ibadah menunaikan Sunnah Rasulullah. Dalam kekhusyukan jiwa yang tulus, kita bersimpuh diri di hadapan Allah Yang Maha Agung untuk bertaqarrub kepada-Nya,  menyucikan diri dari segala salah dan dosa, serta berazam meraih pahala terbaik dari-Nya. Kita kumandangkan takbir, tahmid, dan tasbih diikuti shalat dan menunaikan ibadah qurban sebagai wujud syukur atas nikmat Allah yang tidak terhingga sebagaimana firman-Nya:

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (QS Al-Kautsar: 1-3).

Shalawat dan salam senantiasa kita curahkan kepada Nabi Muhammad Saw. Keluarga dan sahabatnya. 

Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa Lillahil Hamd

Kaum Muslimin dan Muslimat Jamaah Shalat Idul Adha rahimakumullah.

Ketika kaum Muslim di negeri ini tengah menunaikan shalat Idul Adha, saudara-saudara kita kaum muslim sedunia sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci. Kebesaran peristiwa itu ditandai dengan berkumpulnya jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia di padang Arafah untuk melakukan wukuf, sebagai bagian dari rangkaian ibadah Haji. Para hujjāj (orang yang berhaji) berkumpul dalam ”Muktamar/Kongres Akbar” untuk mendekatkan diri kepada Allah dalam menyempurnakan Rukun Islam. Idul Adha, ibadah haji, dan berqurban bagi setiap Muslim merupakan wujud  bertaqarraub kepada Allah, yang mengandung makna ruhaniah tentang ajaran kepasrahan diri. Sebuah kepasrahan autentik (al-hanif) yang secara vertikal menjadikan setiap kaum beriman meneguhkan jiwa ketauhidan untuk selalu taat kepada Allah Yang Maha Esa, sekaligus merawat setiap perilaku agar tetap lurus di jalan benar dan tidak terjerembab ke jurang bathil dan kemusyrikan. Insan yang bertauhid akan membenamkan hawa nafsunya pada kehanifan diri, berupa jiwa yang bening dari noda syirk dan dosa.

Bagi kita yang tidak melaksanakan Haji disunahkan berpuasa. Karena puasa sunnah yang kita laksanakan itu dapat menghapus dosa-dosa kita satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Tidak hanya ibadah puasa yang sangat dianjurkan, bahkan ibadah apapun sangat dianjurkan dilaksanakan pada 10 hari pertama di bulan Żulhijjah ini misalnya sedekah, shalat, dan lain-lain sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ .

Artinya: Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah, daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Zulhijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian kembali tanpa membawa apa-apa. (HR Bukhari)

Berhaji dan berqurban juga mengajarkan jiwa ikhlas untuk menyebarkan nilai kebajikan utama dalam hidup setiap Muslim. Ikhlas merupakan jiwa tunduk yang total kepada Allah SWT sehingga melahirkan pribadi yang nirpamrih dalam berbuat kebaikan. Mereka yang hidupnya ikhlas akan mampu membebaskan diri dari hasrat-hasrat sesaat, seraya melintas batas ke peran-peran utama sarat makna seperti suka menolong, berbagi, dan peduli. Mereka berbuat mulia atas nama Allah untuk ihsan bagi kemanusiaan semesta. Siapapun yang  berhaji dan berqurban dalam ritual Islam sejatinya menambatkan peribatan itu pada niat ikhlas hanya untuk Tuhan semata sebagaimana firman Allah:

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Artinya: “Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS Al-An’am: 162).

Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa Lillahil Hamd

Kaum Muslimin dan Muslimat Jamaah Shalat Idul Adha rahimakumullah.

Ritual kurban sendiri punya akar sejarah yang panjang dalam kisah umat manusia. Peradaban-peradaban kuno dari wilayah timur tengah di Mesopotamia dan Mesir, hingga wilayah benua Amerika yang dihuni oleh suku Aztec dan suku Maya, memiliki tradisi untuk mengorbankan sesuatu sebagai persembahan kepada tuhan. Suku Aztec memiliki tradisi untuk mengorbankan manusia setiap tahun untuk dipersembahkan kepada dewa matahari. Orang-orang Mesir menghanyutkan perempuan perawan di sungai Nil untuk memohon hujan kepada dewa-dewi Mesir ketika terjadi musim kemarau yang berkepanjangan. Jika dilihat secara sepintas, ritual korban memiliki sejarah yang erat dengan pertumpahan darah dan konflik antar manusia. Bagi sebagian orang, penjagalan besar-besaran terhadap manusia maupun hewan ternak adalah cermin dari naluri manusia untuk menyalurkan sifat-sifat kekerasan dan kejahatan dalam dirinya. Pandangan tersebut bisa jadi benar, jika kita hanya melihat ritual kurban secara dzahir tanpa melihat lebih dalam dari sisi batinnya. Menarik sekiranya jika kita fikirkan secara seksama kembali, sebenarnya apa maksud Allah ketika memerintahkan ibadah qurban kepada hambanya setiap tahunnya? Apa sesuatu dan makna yang kita dapatkan dari perintah berqurban ini?

Semangat beribadah (ubudiyah) maupun muamalah yang dilakukan oleh umat Islam harus mampu bertransformasi ke dalam etika-etika modern-berkemajuan, yang aktual dalam konteks kebangsaan dan kemanusiaan universal. bahwa transformasi nilai-nilai keagamaan ke dalam praktik kehidupan manusia modern telah diperagakan oleh Pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan. Transformasi nilai-nilai keagamaan ke dalam praktik kehidupan manusia modern bertujuan untuk menggali pemahaman-pemahaman  terhadap nilai keagamaan termasuk didalamnya adalah berkurban,  ini menjadi pilar bagi nilai-nilai modern apa yang disebut sebagai nation state atau negara bangsa.Sebagai realitas yang dijalankan oleh umat Islam yang berbangsa dan bernegara di Indonesia, maka ibadah-ibadah yang dilaksanakan oleh setiap individu muslim harus dimaknai sebagai usaha atau ikhtiar untuk mengaktualisasikan pandangan terhadap ke-Indonesiaan yaitu sebagai Negara Pancasila Darul Ahdi Wa Syahadah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa Lillahil Hamd

Kaum Muslimin dan Muslimat Jamaah Shalat Idul Adha rahimakumullah.

Kenyataan tersebut seharusnya mendorong kesadaran muslim untuk mengisi pranata kehidupan dunia modern dengan nilai-nilai keislaman yang kokoh. Termasuk mentransformasikan nilai ibadah kurban ke pranata tersebut. Bahkan bukan hanya ke negara, tetapi transformasi tersebut juga dimasukkan ke nilai-nilai Hak Azasi Manusia (HAM). Prinsip hak asasi di dalam Islam adalah bagaimana membuat orang yang lapar itu menjadi kenyang, dan bagaimana membuat orang yang khawatir itu menjadi aman. Prinsip tersebut membuka mata dunia, sekaligus membangun kesadaran bagi kaum muslimin dan muslimat  bahwa dalam melakukan ibadah juga beraspek luas. Sebagai contoh, pelaksanaan ibadah kurban bukan semata sebagai konsekuensi atas keimanan, tetapi ibadah kurban juga memiliki dimensi atau aspek pada pemenuhan kebutuhan orang yang terpinggirkan.

Dalam praktik ibadah kurban memiliki konsep solidaritas, mengasihi dan keadilan. Bahwa prinsip-prinsip yang ada dalam Hak Azasi Manusia (HAM) modern sudah ada dalam Islam. Maka tidak berlebihan jika mengatakan konsep atau asas Hak Azasi Manusia (HAM)  yang dimiliki oleh PBB bernafaskan Islam. Termasuk secara de facto, dalam deklarasi HAM yang dilaksanakan pada 1948 terdapat empat negara Islam yang terlibat langsung yaitu Arab Saudi, Republik Islam Iran, Republik Turki dan yang keempat adalah Yordania. Keempat negara Islam tersebut bukan hanya mendeklarasikan, tetapi juga ikut merumuskan HAM. 

Ibadah qurban mengajarkan amal shaleh dan ihsan. Setiap insan beriman yang memiliki kelebihan rizki dan akses kehidupan dia niscaya untuk peduli dan berbagi bagi sesama yang membutuhkan tanpa diskriminasi. Si kaya berbagi rizki untuk si miskin. Kaum cerdik pandai berbagi ilmu kepada yang awam. Sesama manusia saling menjujungtinggi martabat. Laki-laki dan perempuan saling menghormati dan memuliakan. Siapapun yang diberi akses kekuasaan dan kekayaan sedangkan dia beriman mak harus mau berkorban bagi sesama, lebih-lebih bagi yang membutuhkan. Semuanya dilandasi spirit pengorbanan yang memiliki akar pada ajaran Ilahi, yang melahirkan tindakan-tindakan praksis altruisme relijius yang mencerahkan. Menurut ajaran Nabi Muhammad SAW, Allah SWTberada di tengah para hamba sejauh hamba-hamba itu membela sesamanya.

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Artinya: Allāh menolong hamba, jika seorang hamba menolong saudaranya.(HR, Bukhari dan Muslim)

Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa Lillahil Hamd

Kaum Muslimin dan Muslimat Jamaah Shalat Idul Adha rahimakumullah.

Kini insan beriman di mana pun berada diuji ketulusan dalam hidup berbasis nilai-nilai Ilahi dalam menghadapi dunia yang banyak kepentingan harta, tahta, dan pesona dunia yang serba menghalalkan apa saja. Kehidupan politik yang serbabebas, ekonomi yang serba kapitalistik, dan budaya populer yang memuja kesenangan inderawi membuat masyarakat kehilangan nilai-nilai Ilahi yang bermakna utama. Atas nama agama, politik, ekonomi, dan apa saja terjadi saling rebut akses kehidupan yang sangat keras. Sebagian manusia tampil dalam sosok-sosok ganas, yang  “bergigi dan bercakar merah”, tulis Tennyson. Akibatnya dalam kehidupan berlaku hukum homo homini lopus, bahwa manusia karena kepentingannya yang serakah saling memangsa satu sama lain. Inilah benih konflik dan segala bentuk fasad fil-ardl yang harus dibebaskan dan dicerahkan dengan nilai-nilai ibadah Qurban, Haji, dan Idul Adha.

Di akhir khutbah ini marilah kita berdo’a agar shalat Idul Adha, ibadah qurban, serta segenap ibadah kita selaku Muslim melahirkan kehidupan yang khusyuk, baik, dan utama. Saudara-saudara kita yang tengah menunaikan ibadah haji diberi kemudahan dan keberkahan oleh Allah serta bias meraih haji yang mabrur. Saudara-saudara kita di manapun berada yang memperoleh musibah agar diberi kesabaran dan anugerah Allah. Kita bermunajat kepada Allah agar hidup di dunia ini senantiasa berada di jalan-Nya, beribadah dan menjalankan tugas kekhalifahan dalam bimbingan-Nya, serta di akhirat kelak menjadi penghuni Jannatun Na’im dalam ridla dan karunia-Nya. Amin ya Rabb al-‘Alamin.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْن

اللّـهُمَّ صَلّ على محمَّدٍ وعلى ءالِ محمَّدٍ كمَا صلّيتَ على إبراهيمَ وعلى ءالِ إبراهيم وبارِكْ على محمَّدٍ وعلى ءالِ محمَّدٍ كمَا بارَكْتَ على إبراهيمَ وعلى ءالِ إبراهيمَ إنّكَ حميدٌ مجيدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

Ya Allah, Ya Rabb, hanya dalam kuasa-Mu segala apa yang terjadi pada hamba-Mu ini, tiada daya dan upaya selain keagungan-Mu. Ya Allah, jadikanlah segala nikmat dan titipan-Mu menjadikan hamba-Mu semakin pandai bersyukur.

Berikanlah kekuatan Iman dan Islam kepada kami, ya Allah. Tuntunlah setiap langkah kami dijalan-Mu, ya Allah. Curahkanlah segala rahmat dan karunia-Mu kepada keluarga dan anak-anak kami, ya Allah

Ya Allah, ya Rabb, di hari yang engkau ciptakan ini, ajarkanlah kami agar senantiasa menempatkan-Mu ditempat yang paling agung, karena kami sadar seringkali dunia ini lebih kami pentingkan daripada Engkau ya Allah.

Ya Allah, wahai yang maha Menatap, wahai yang maha Agung dan maha Perkasa, Engkaulah yang Maha Tahu, ampunilah sebusuk apapun diri kami selama ini, ampuni sekelam apapun masa lalu kami, tutupi seburuk apapun aib-aib kami, ampunilah kami ya Allah. Bukakan lembaran-lembaran baru yang bersih yang menggantikan lembaran yang kelam, masa lalu kami.

Ya Allah, ampuni dan selamatkan orang tua kami, darah dagingnya melekat pada tubuh kami, ya Allah. Ampuni jika selama ini kami telah menzhaliminya, jadikan sisa umur kami menjadi anak yang tahu balas budi, ya Allah.

Ya Allah, lindungi kami dari mati suul khotimah, lindungi kami dari siksa kubur-Mu ya Allah. Ya Allah, satukanlah hati kami dalam ketaatan dan keistiqamahan dalam menjalankan kewajiban-Mu ya Allah

Jadikanlah kami orang-orang yang istiqamah dijalan-Mu, ya Allah. Anugerahkanlah segala kemuliaan-Mu kepada hamba-Mu ini, ya Allah.

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ, اَلَّلهُمَّ تَقَبَّلْ مِنّآ صَلاَتَنا َوَجَمِيعَ عِبآدَتِنآ بِرِضآكَ وَفَضْلِكَ الْكَرِيْم وَتُبْ عَلَيْنآ إِنَّكَ أَنْتَ تَوَابُ الرَّحِيْمُ .رَبَّنآ لاَتُزِغْ قُلُوْبَنآ بَعْدَ إِذْ هَذَيْتَنآ وَهَبْ لَنَآ مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ الْوَهَآبُ. رَبَّنآ هَبْ لَنَآ مِنْ أَزْوَاجِنَآ وَذُرِّيَتِنَآ قُرَّةً أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَآ لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا.رَبَّنَآ أَتِنَآ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَآ عَذَابَ النَّار. سُبْحَانَ رَبكَ رَبّ الْعِزَةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمُ عَلىَ الْمُرْسَلِيْن وَالحَمْدُ ِللهِ رَبّ ِاْلعآلَمِيْنَ

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button