BeritaBerita Ortom

Musyawarah Daerah XIV Nasyiatul Aisyiyah Diselenggarakan Di Rektorat UMPP

Pekalonganmu.com, Pekajangan – Pimpinan Daerah Nasyi’atul ‘Aisyiyah selengegrakan Musyawarah Daerah tanggal 8 Oktober 2023. Acara MUSYDA bertempat di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. 

Musyawarah Daerah Nasyi’atul ‘Aisyiyah XIV mengusung tema “Nyala Daya Perempuan Menuju Peradaban”. Tema dengan penuh makna serta logo yang berfilosofi. Logo Musyawarah Daerah dengan filosofi yang sangat mendalam, dijelaskan pada saat pembukaan diantaranya :

1. Terdapat batik yang terkandung dalam logo, bermakna ciri khas Kabupaten Pekalongan. 

2. Logo XIV dimaknai tahun ke 14 musyawarah daerah.

3. Warna kuning yang terpampang merupakan lambang semangat.

4. Daun hijau berarti cerdas, pandai beradaptasi pada perubahan zaman dan peradaban yang berkelanjutan.

Pada sambutan Ketua Pimpinan Daerah Nasyi’atul ‘Aisyiyah, Mimik Widiawati, see kilas balik dan mengingatkan kembali sejarah berdirinya Nasyi’atul ‘Aisyiyah serta tujuan berdirinya. Beliau berharap agar perempuan mampu mengambil peran serta dalam proses mendidik masyarakat yang terbingkai dalam nuansa keislaman. Peran-peran tersebut terkemas dalam program-program Nasyi’atul ‘Aisyiyah salah satunya Pashmina, membentuk kantor layanan dibawah LAZISMU, membangun jejaring yang luas, kantin antri, turba ke cabang-cabang, baksos beserta kado ramadhan, memfasilitasi kursi roda bagi disabilitas dan masih banyak lagi program hebat lainnya. Kemudian Mimik Widiawati mengucapkan pamit dengan isak tangis terharu, “terima kasih atas ilmu yang begitu luar biasa yang ditransfer ke saya pribadi, terima kasih telah menggembleng mental dan semangat saya dalam mengenal organisasi. Saya mohon maaf lahir dan batin pada saat menjadi bagian dari Nasyi’atul ‘Aisyiyah terutama menjadi ketua hingga transisi ini masih jauh dari kata sempurna “.

“Merupakan suatu apresiasi setinggi-tingginya kepada kader Nasyi’atul ‘Aisyiyah, usia-usia krusial, usia-usia transisi. Tadi di sampaikan ketua. Beban pundak yang ditanggung bukan lagi dobel, tapi multipel. Bisa mengelaborasikan dan bisa membagi waktu dengan baik maka ini sudah menjadi simbolisasi perempuan-perempuan progresif. Mudah-mudahan juga berkemajuan sesuai dengan cita-cita Muhammadiyah dan Nasyi’atul’Aisyiyah”, tutur Muthmainnah (Sekretaris Pimpinan Wilayah Nasyi’atul ‘Aisyiyah Jawa Tengah). Beliau juga menghimbau untuk terus merawat nasyiah tercinta dengan penuh rasa gembira dan bahagia.

Hj Herawati mewakili Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Pekalongan, memberikan nasehat bahwa perempuan yang muda masih memiliki sifat idealis. Untuk itu harus bersama-sama kolektif kolegial, bekerja sama dan bertanggung jawab secara bersama. Pendapat orang akan berbeda-beda. Hal itu tidak dijadikan musuh namun dijadikan teman berfikir. Ketika musyawarah daerah jangan memohon jabatan, tetapi saat kebetulan ditunjuk maka terimalah dengan lapang. Karena orang yang mewakafkan dirinya akan dijaga oleh Allah SWT.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button